TRADISI SEPAK SAWUT

Jakarta, DoyanBaca.com – Sepak Sawut merupa­kan salah satu permainan masya­rakat Dayak Kalimantan Tengah.

Permainan ini sering dimainkan di lapangan terbuka saat malam hari. Permainan ini sering dimainkan dengan bola api, tetapi keunikan dari permainan ini adalah sering dimainkan pada saat kematian bagi masyarakat Dayak yang masih menganut Agama Kaharingan.

Permainan ini sering dimainkan di dalam rumah sambil bergadang semalam suntuk menunggu mayat yang akan dikuburkan. “Masyarakat yang bergadang menunggu mayat semalam suntuk akan mendapat giliran menendang bola api sehingga rasa ngantuk akan hilang ketika bola mengarah ke kita. Permainan ini memiliki keunikan tersendiri di mana tidak mengenal besar atau luasnya tempat yang harus diadakan permainan Sepak Sawut ini,” cerita Damang Selat Simpei Ilon.

Permainan ini memiliki aturan tersendiri, yaitu peserta tidak diperboleh­kan menendang bola dengan keras yang aneh lagi selama permainan ini berlangsung tidak pernah terjadi kebakaran.

Bola dari Sepak Sawut ini terbuat dari buah kelapa.

Proses pembuatannya, kulit ari kelapa dibuang tinggal serabut kemudian direndam dengan minyak tanah, selama 2-3 hari sehingga kadar minyak akan meresap ke dalam serabut kelapa.

Ketika permainan sepak sawut akan dimainkan, api pada bola akan bertahan sampai 3 jam lebih.

Sumber: BorneoNews.co.id

KOMENTAR KAMU

Komentar

YUK BERBAGI, BIAR SEMUA ORANG DOYAN BACA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'