SERIBU CAHAYA, SEJUTA DOA, UNTUK SAMARINDA

Jakarta, DoyanBaca.com – Senin malam (14/11), Bundaran Hotel Indonesia mendadak penuh cahaya. Bukan karena peristiwa supermoon yang tengah berlangsung, melainkan karena lilin dari ratusan aktivis dari komunitas Orang Muda Temu Kebangsaan dan masyarakat yang melakukan aksi bertajuk “Seribu Lilin Untuk Samarinda”.

Liber Simbolon, Kordinator Temu Kebangsaan mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian atas peristiwa pengebomam di Gereja Oikumene Samarinda Kalimantan Timur yang menelan korban jiwa. Diketahui, peristiwa ini merenggut nyawa Gadis cilik, Intan Olivia Marbun (2,5) yang meninggal sehari paska ledakan karena mengalami luka bakar 80% dan infeksi saluran pernafasan. Empat korban lainnya masih dirawat intensif rumah sakit.

Poin penting acara ini, kata Liber, sebagai ajakan untuk menghindari jalan kekerasan serta memadu kerukunan umat beragama di Indonesia. Aksi ini ditandai dengan rangkaian acara doa bersama, pembacaan puisi dan penyalaan seribu lilin.”Kita berkumpul spontanitas lewat whatshapp, facebook dan jejaring sosial lainnya sebagai solidaritas atas keprihatinan bersama korban bom Samarinda. Kita kaget yang hadir ratusan orang, ada kalangan artis Olga Lidia dan teman-temannya, aktivis 98, mahasiswa dan masyarakat,” jelas Liber.

Melalui aksi ini, orang muda, lanjut Liber ingin membawa pesan perdamaian di seluruh nusantara. Dosen di Universitas Bung Karno ini berharap agar peristiwa ini harus diusut tuntas dan jangan membawanya pada isu SARA. “Penegakan hukum tetap berjalan, namun marilah kita melepaskan pengampunan atas tindakan pelaku,” tukas anggota ISKA ini.

Ratusan orang aktivis, Orang  Muda Temu Kebangsaan dan masyarakat melakukan aksi malam doa seribu lilin sebagai bentuk keprihatinan di Gereja Oikumene Samarinda, Kordinator Liber Simbolon, M.Kom memimpin doa bersama acara bertajuk "Seribu Lilin Untuk Samarinda". di Bundaran Hotel Indonesia, Jl.Thamrin, Jakarta, Senin malam (14/11)
Ratusan orang aktivis, Orang  Muda Temu Kebangsaan dan masyarakat melakukan aksi malam doa seribu lilin sebagai bentuk keprihatinan di Gereja Oikumene Samarinda, Kordinator Liber Simbolon, M.Kom memimpin doa bersama acara bertajuk “Seribu Lilin Untuk Samarinda”. di Bundaran Hotel Indonesia, Jl.Thamrin, Jakarta, Senin malam (14/11)

Tragedi bom Samarinda, sambung Liber, secara tidak langsung menggoreskan luka dalam tubuh Indonesia yang bhineka ini. Kendati begitu, ia sekali lagi menegaskan agar penegakan hukum menjadi prioritas dan menghindari kecenderungan menggeret masalah dalam konteks SARA. “Penggunaan media sosial kadang menjadi ihwal kebencian dan dendam. Karena itu perlu bijaksana dalam menggunakan media sosial,” ujar kandidat doktor ini.

Pelbagai organisasi dan perwakilan dari beberapa lembaga hadir dalam aksi ini. Mulai dari Komisi Kepemudaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Jaringan GUSDURian, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), Biro Pemuda dan Remaja Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) hingga Dewan Pengurus Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (DPN PERADAH).

KOMENTAR KAMU

Komentar

YUK BERBAGI, BIAR SEMUA ORANG DOYAN BACA

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'