HEWAN PENYEBAB KEMATIAN MANUSIA TERTINGGI DI DUNIA

Prinsipal Researcher SVC R&D Soul Viosys CO LTD Hoonsik Eom PhD mengatakan tercatat setidaknya dalam satu tahun di seluruh dunia setidaknya ada 725.000 orang meninggal akibat gigitan nyamuk. Mengingat angka hewan lainnya jauh di bawah itu. Sebut saja kematian yang disebabkan oleh ular hanya sebesar 50.000 orang, anjing 25.000 orang, bahkan buaya 1.000 orang. Hal itu, lanjut dia, karena banyaknya penyakit yang disebabkan nyamuk, seperti malaria, demam berdarah dengue (DBD), zika, chikungunya atau kaki gajah, dan masih bayak lagi.

“Dengan angka tersebut, tak heran ternyata nyamuk disebut sebagai hewan penyebab kematian tertinggi di dunia,” ungkap dia disela peluncuran Mosclean di Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Hoonsik menambahkan seekor nyamuk betina mampu membawa berbagai macam penyakit menular yang berakibat fatal dan dapat meneteskan 700 telur, 100 telur selama tujuh kali dalam 30 hari. Nyamuk menimbulkan risiko kematian dua kali lebih banyak jika dibandingkan dengan pembunuhan dan terorisme. Tokoh-tokoh publik, antara lain Bill Gates menyadari risiko mematikan dari nyamuk dan telah mengumpulkan sumbangan bagi yayasan yang mengembangkan vaksin untuk mencegah penyakit menular.

“Baru-baru ini, virus zika yang belum ditemukan penawar dan penanggulangannya telah tersebar luas oleh nyamuk, dengan kasus terbanyak terjadi di Brasil,” papar dia.

Sementara itu, Country Director Soul Viosys Indonesia Steve Lee menambahkan di Indonesia nyamuk juga menjadi penyebab kematian manusia. Terbanyak adalah nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan penyakit DBD. Tercatat sebanyak 71.688 orang terinfeksi dan menyebabkan kematian mencapai 641 orang. Untuk itu, diperlukan cara untuk pengendalian nyamuk yang efektif. Sayangnya, di Indonesia mayoritas solusi pengendalian nyamuk masih tradisional dengan menggunakan perangkat semprot kimia dan obat nyamuk bakar.

“Hal ini tentu saja akan membawa dampak buruk pada kesehatan,” ujatlr dia.

Untuk itu, tambah Lee, pihaknya memperkenalkan perangkat pembasmi nyamuk dengan menggunakan LED ultraviolet (UV), yaitu Mosclean. Produk tersebut tanpa bohlam ‘cahaya hitam’ UV tradisional yang kerap digunakan oleh sejumlah produk pasaran. Mampu menangkap banyak nyamuk penyebar virus Malaria, Demam Berdarah, dan Zika dibandingkan dengan produk-produk serupa lainnya di pasaran saat ini. “Kami berharap produk ini dapat membantu melindungi masyarakat sebagaimana kami terus berupaya untuk menurunkan jumlah nyamuk yang menularkan penyakit-penyakit berbahaya di Indonesia,” tutup dia.

Sumber: BeritaSatu.com

KOMENTAR KAMU

Komentar

YUK BERBAGI, BIAR SEMUA ORANG DOYAN BACA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'